Video game
kerap dituding sebagai salah satu hal yang paling memiliki dampak buruk bagi
anak-anak dan remaja.Terlebih lagi banyak didirikannya warnet di sekitar kita
yang menyediakan fasilitas untuk game online.Mulai dari paket-paket yang
menarik seperti paket tengah malam hingga menjadi member warnet tersebut agar
dapat harga “nge-net” murah.

Anak-anak dan remaja saat ini pun tergiur untuk lebih sering ke warnet dengan berbagai macam alasan,khususnya nge-game online.Para gamers ini bisa dibilang “gila” karena mereka menghabiskan waktu mereka di warnet hanya untuk kegiatan seperti itu.Banyak yang menghabiskan waktunya hampir seharian duduk di depan komputer warnet tanpa peduli tentang kesehatan dan tanggung jawab mereka sebagai pelajar.
Anak-anak dan remaja saat ini pun tergiur untuk lebih sering ke warnet dengan berbagai macam alasan,khususnya nge-game online.Para gamers ini bisa dibilang “gila” karena mereka menghabiskan waktu mereka di warnet hanya untuk kegiatan seperti itu.Banyak yang menghabiskan waktunya hampir seharian duduk di depan komputer warnet tanpa peduli tentang kesehatan dan tanggung jawab mereka sebagai pelajar.
Sehabis
pulang sekolah sudah dapat dipastikan bahwa mereka langsung mampir ke tempat
favorit mereka itu.Coba saja kita liat warnet sekarang sudah dipenuhi oleh
anak-anak sekolah pada jam pulang sekolah.Tak jarang mereka masih menggunakan
seragam lengkap tanpa pulang terlebih dahulu ke rumah.
Seharusnya
orang tua bisa lebih mengawasi anak-anak mereka karena banyak hal negatif yang
terjadi akibat game online ini.Meski tak sepenuhnya benar namun sejumlah
kejadian yang ada nyatanya memang mengindikasikan hal tersebut.Seperti kasus
penipuan dari game online hingga membuat korbannya atau si gamers ini bunuh
diri karena merasa tertipu dan malu.Contoh lain juga seperti meninggal di warnet
saat posisi tengah asyik bermain games.Sangat disayangkan sekali mengakhiri
hidupnya hanya karena hal yang kurang penting seperti ini.
Liputan6.com - Seperti yang dilansir
laman Tech
In Asia, Rabu (11/9/2013),
seorang remaja berumur 18 tahun asal San Po Kong, Hong Kong dilaporkan nekat
mengakhiri hidupnya sendiri gara-gara tertipu transaksi game online.Setelah diselidiki lebih lanjut, pihak kepolisian Hong Kong menemukan fakta yang mengindikasikan bahwa Chen telah menjadi korban penipuan pembelian mata uang virtual yang diperuntukkan bagi keperluan bermain game online.
Trend game online dianggap sudah
sangat merusak generasi muda karena membuat kecanduan dan membuat pemainnya
mengesampingkan menuntut ilmu.Seharusnya diberi tindakan khusus untuk pelajar
yang sering kedapatan berada di warnet saat jam sekolah atau terlalu lama di
warnet.Karena itu dapat mengganggu kesehatan mereka.
Bahkan tak ada sisi positif yang dapat kita
ambil dari game online ini.Mungkin sisi positif dari pandangan si gamers itu sendiri
adalah mereka puas jika bermain “game online” ini dapat menang dan mengalahkan
musuh-musuhnya,tapi kesenangan dan kepuasan itu hanya untuk sementara
waktu.Mereka menghabiskan banyak uang untuk permainan yang tak ada gunanya itu.
Pengawasan dan penjagaan dari orang
tua sangat sekali diperlukan,pendekatan kepada Tuhan pun harus dilakukan agar
iman lebih kuat didalam diri.Dijaman yang seperti sekarang ini mendekatkan diri
kepada Tuhan adalah hal yang penting.Agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak
kita inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar